Jenis pompa hidrolik yang populer dalam alat berat
Hai Gaess, kali ini saya akan mengulas tentang komponen hidrolik yang paling populer dan sering menjadi kambing hitam jika terjadi kegagalan didalam sistem hidrolik yaitu pompa.
Pompa didalam sistem hidrolik berfungsi untuk mengalirkan oli dari tangki oli menuju katup-katup hingga ke pengguna/ aktuator, jadi pompa tidak menghasilkan tekanan sebagaimana dipahami oleh segelintir orang diluar sana.
Hanya jika aliran dari pompa itu dihambat, maka saat itulah terbentuk tekanan dan engine harus mengeluarkan tenaga lebih.Secara basic, ciri pompa hidrolik jika dilihat dari simbolnya adalah segitiga berwarna line dan blok hitam dengan arah keluar lingkaran. Sementara jika pompa udara, simbolnya sedikit berbeda yakni segitiga dengan line hitam dan blok putih mengarah keluar lingkaran. Sementara ada satu jalur dari bawah lingkaran yang mensimbolkan sisi hidap bertekanan negatif (vakum), satu jalur mengarah ke atas mensimbolkan arah output pompa bertekanan positif.
![]() |
Basic simbol pompa hidrolik |
Pompa piston kapasitas variabel (Variable displacement piston pump) adalah salah-satu tipe pompa dengan kapasitas pemompaan yang bisa dirubah dengan cara merubah sudut swash plate nya. Semakin besar/ miring sudut swash plate terhadap sudut piston maka akan makin besar kapasitas pemompaanya. Artinya, pompa hanya akan memberikan suplai aliran oli yang banyak HANYA ketika dibutuhkan saja, sementara jika sistem hidrolik sedang tidak terpakai, maka tugas pompa cukup ringan hanya memberikan suplai oli sebagai pelumasan komponen-komponen hidrolik.
Sistem perubah sudut swash plate didesain sepeka mungkin terhadap kebutuhan oli di dalam sistem hidrolik, bahkan ada yang memanfaatkan katup PWM yang di kontrol secara elektronik oleh ECU khusus. Sistem yang mampu "membaca" kebutuhan oli di dalam sistem ini disebut sistem deteksi beban ( load sensing system )_kita bahas di artikel lain ya sob..
Cara kerja pompa ini terbilang sederhana, dimana ketika piston bergerak mundur maka akan menghisap oli, dan ketika piston terdorong maka oli akan terdorong. Gerakan piston maju-mundur dihasilkan oleh putaran blok silinder yang membawa serta piston didalamnya yang menopang pada sisi bidang miring swash plate yang diam. Blok silinder ini diputarkan oleh shaft yang terhubung dengan engine.
Pompa ini memiliki efisiensi pemompaan lebih baik jika dibandingkan dengan tipe gear pump kapasitas tetap, karena celah-celah di dalam pompa sangat kecil, karenanya pompa ini membutuhkan oli dengan kualitas mumpuni.
Pompa ini lengkap dengan mekanisme load sensingnya juga tidak banyak "menyedot" energi dari pemutarnya/ engine/ motor listrik alias hemat energi. Hal itu bisa terjadi karena pompa hanya akan memompa banyak (berat memompa) jika memang dibutuhkan aliran oli yang lebih deras, sementara jika sistem hidrolik tidak digunakan, pompa hanya mengalirkan oli sekedar untuk melumasi beberapa komponen di dalam jalur hidrolik.
![]() |
Pompa piston axial kapasitas variabel |
![]() |
Pompa tipe gear |
Nah, mudah-mudahan tulisan ini tidak terlalu banyak, saya akan tulis di artikel lain kelanjutan tema hidrolik ini, inshaALLAH.
Salam (PRO)
artikel ini pernah tayang di Flame & Ignite